Peluang Usaha Budidaya Buah Naga

Peluang Usaha Budidaya Buah Naga

Sebelum tahun 2000-an, buah naga hanya ada di Meksiko, Israel, Australia, Thailand, dan Vietnam. Meksiko dikenal sebagai negara terbanyak yang mengekspor buah naga. Tiap tahun, negara ini mengekspor tidak kurang dari 140.000 ton buah naga. Thailand dan Vietnam merupakan pemasok buah naga terbesar kedua di dunia. Namun, pennintaan yang dapat dipenuhi masih kurang dari 50%.

Saat ini, buah naga sudah merambah pasaran (Indonesia). Pasar lokal saat ini masih dibanjiri oleh produk buah naga impor. Berdasarkan catatan, buah naga yang masuk ke tanah air dari Thailand dan Vietnam mencapai 200-400 ton per tahun.

Buah naga yang masuk ke Indonesia hampir setiap .tahunnya mengalami peningkatan. Pasar ekspornya juga terbuka luas. Oleh karena itu, sejumlah pihak mulai melirik komoditas ini. Apalagi budidayanya cukup mudah dan prospek kedepannya dapat dipastikan cerah.

Sekitar tahun 2001 – 2002 buah naga mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan dan petani di Indonesia. Kini beberapa perusahaan dan instansi pemerintahan juga telah menyediakan bibit buah naga secara komersial. Daerah-daérah yang telah mengembangkan agribisnis buah naga antara lain Malang, J awa Timur; Delanggu, J awa Tengah; dan ‘Kulon Progo, DI. Yogyakarta. Daerah-daerah lain di Indonesia juga mulai banyak yang mencoba mengusahakan tanaman ini, mengingat keuntungan ekonominya cukup menjanjikan.

Buah naga memang buah yang unik. Tumbuhan yang menghasilkan buah naga juga memiliki bentuk yang unik. Konon, nama ‘naga’ berasal dari penampilan batangnya yang menjulur berwarna hijau, mirip tubuh naga. Buahnya juga bersisik dan memiliki sayap seperti seekor naga. Buah naga sebenarnya adalah buah kaktus. Tanaman penghasilnya adalah kaktus pemanjat Hylocereus sp.

A. Asa] Usul Buah Naga

Tanaman kaktus pemanjat penghasil buah naga, diketemukan pertama kali di tempat tumbuhnya yang asli, di lingkungan hutan belantara. Tempat asalnya adalah Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan bagian utara. Di Meksiko, buah naga disebut pita haya. Sedangkan di Amerika Selatan disebut pitaya roja (pitaya merah).

Sebagai hasil hutan, buah ini sudah lama dimanfaatkan kemudian menanamnya di kebun-kebun khusus untuk dipanen buahnya. Di sepanjang pantai timur, mu1ai dan Ho Chi Minh City di selatan sampal ke Nha Trang di utara, kini muncul kebun buah ini.

Walaupun usahanya komersial, cara bertanam oralig Vietnam masih secara tradisional seperti cara bertanam orang Indian Amerika Selatan. Tumbuhan buah naga ditanam di antara pohon-pohon lain yang bertindak sebagai panjatan yang murah. Secara berkala, pohon panjatan dipangkas daunnya agar tumbuhan buah naga tetap mendapat cahaya matahari.

Pada musim buah naga antara Juli dan Oktober, buah ini sangat melimpah di Vietnam, sampai dihidangkan sebagai pencuci mulut di pesawat Vietnam Airlines. Begitu melimpahnya, hingga buah ini dijajakan di pasar-pasar tradisional Vietnam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *