Syarat Tumbuh Tanaman Selada Organik

Syarat Tumbuh Tanaman Selada Organik

Kebanyakan daerah di Indonesia sesuai untuk daerah penanaman selada karena keadaan lingkungannya. Adapun keadaan lingkungan yang menunjang untuk pertumbuhan selada, yaitu iklim dan tanah, berikut ini akan dijelaskan tentang iklim dan tanah.

1. Syarat lklim

Tanaman selada membutuhkan lingkungan tempat tumbuh yang beriklim dingin dan sejuk, yakni pada temperatur (suhu udara) antara 15°20° C. Di daerah yang temperaturnya tinggi (panas), tanaman selada tipe kubis (berkrop) akan gagal membentuk krop, atau kaléupun kropnya terbentuk berukuran kecil-kecil.

Meskipun demikian, dengan adanya kemajuan teknologi di bidang perbenihan, dewasa ini telah banyak diciptakan varietas selada yang tahan atau toleran terhadap suhu panas.

Di Indonesia, selada dapat ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi (pegunungan). Hal yang terpenting adalah memerhatikan pemilihan varietasnya yang sesuai dengan lingkungan setempat. Untuk dataran rendah sampai menengah, sebaiknya dipilih selada varietas yang “heat tolerant” (tahan terhadap suhu panas) seperti varietas kaiser, ballade, dan gemini.

Persyaratan iklim lainnya adalah faktor curah hujan. Tanaman selada tidak atau kurang tahan terhadap hujan lebat. Oleh karena itu, penanaman selada dianjurkan pada akhir musim hujan.

Di beberapa daerah produsen sayuran yang mulai banyak mengembangkan selada, tanaman ini tumbuh dan berproduksi pada ketinggian antara 600 – 1.200 meter di atas permukaan laut (de) seperti di Facet dan Cipanas (Cianjur) serta Lembang (Bandung).

Syarat tumbuh demikian identik untuk tanaman kubis dan petsai.

2. Syarat Tanah

Pada dasarnya tanaman selada dapat ditanam di lahan sawah maupun tegalan. Tanah yang ideal untuk tanaman selada adalah Iiat berpasir. Di Indonesia tanaman ini cocok ditanam pada tanah Andosol maupun Latosol. Syaratnya, tanah tersebut harus subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, tidak mudah menggenang (becek), dan pH-nya antara 5,0 6,8.

Tanaman selada umurnya relatif pendek dan sistem perakarannya dangkal. Oleh karena itu, untuk mendapatkan pertumbuhan atau produksi yang maksimal, perlu pengelolaan lahan yang sempurna. Pada tanah-tanah yang mudah becek (drainasenya jelek), sering terjadi pembusukan akar-akar tanaman, sehingga dapat menurunka produksinya. Khusus di lahan-lahan sawah sebaiknya dipersiapkan dengan sistem surjan yakni tanah bedengan ditinggikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *