Urutan Cara Bertanam Selada secara Organik

Urutan Cara Bertanam Selada secara Organik Bag. I

Seperti tanaman lainnya, tanaman selada juga dapat ditanam secara monokultur maupun polikultur.Pada penanaman polikultur, di antara tanaman selada dapat ditanam daun bawang, kapri, atau tanamn jenis lain.

Penanaman selada dengan daun bawang dapat dibuat pola berselang-seling karen keduanya dipanen pada umur yang bersamaan (3 – 4 bulan). Apabila ditanam bersama kapri tanaman selada ditanam di pinggir kapri karen tanaman selada lebih pendek dan lebih cepat panen.

Penyiapan Benih dan Pembibitan

Selada diperbanyak dengan biji-bijinya. Untuk lahan seluas 1 hektare diperlukun benih selada 250 gram atau pada kisaran 400 – 600 gram, tergantung varietas dan jarak tanamnya.

Benih selada dapat langsung disebar di atas bedengan (sistem tanam atau sebar langsung). Cara ini memiliki kelebihan yaitu menghemat waktu, tenaga, biaya, dan tidak memerlukan keterampilan yang khusus. Kelemahannya, menyulitkan pemeliharaan tanaman yang masih kecil (stadium bibit), dan pada waktu tanaman sudah berumur 1 1/2 bulan sejak sebar, benih perlu penjarangan.

Cara yang dianjurkan adalah disemai dulu di lahan pesemaian selama1 bulan atau bibitnya telah berdaun 3 – 5 helai. Kelebihan cara ini antara lain dapat menghemat benih, memudahkan pemeliharaan bibit karena terkonsentrasi di lahan pesemaian saja, dan dapat memilih atau menyeleksi bibit yang baik sewaktu dipindahtanamkan ke kebun.

Kelemahan cara disemai dulu, di antaranya memerlukan biaya, tenaga dan waktu tambahan, serta keterampilan khusus dalam penyiapan bibit di pesemaian. Meskipun demikian, para petani kubis-kubisan sudah terbiasa melakukan pembibitan di pesemaian.

Tahapan dan tata cara penyiapan bibit selada di lahan pesemaian adalah sebagai berikut:

Memilih tempat pesemaian

Pilih lahan atau tempat yang tanahnya subur gembur, ringan, tidak terlindung, dan dek. Dengan sumber air serta mudah dijangkau dalam pengawasan.

Membuat bedengan pesemaian

Bersihkan tanah dari rumput-rumput liar dan akar-akar tanaman pertanaman sebelumnya. Kemudian tetapkan ukuran bedengan pesemaian selebar 100 – 120 cm dan panjangnya tergantung keadaan lahan atau berdasarkan kebutuhan. Olah tanah dengan cangkul sedalam 30 – 35 c sampai strukturnya gembur.

Pada tanah-tanah liat dapat ditambahkan pasir sebanyak 1 – 2 kg/m2 lahan. Kemudian campurkan pupuk kandang yang telah matang dan halus (diayaki) 1 kg/m2 bersama tanah sambil dibalikkan serta diratakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *